Deret Fibonacci di Alam Semesta

Deret Fibonnaci adalah suatu deret matematika yang mana angka berikutnya merupakan penjumlahan dari dua angka sebelumnya.

0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144

Deret Fibonnaci ini ditemukan oleh seorang ilmuwan dari Italia yang bernama Leonardo Fibonacci (1170-1250). Pertama kali deret ini diperkenalkan pada tahun 1202 dalam buku beliau yang berjudul Liber Abaci yang pertama kali didistribusikan di Eropa Barat saat itu.

Leonardo Fibonnaci

Perbandingan antara suku ke-(n+1) dengan suku ke-n hampir selalu sama untuk sembarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini nilainya tetap. Perbandingan itu disebut Golden Ratio (Rasio Emas) yang nilainya mendekati 1,618.

Namun tahukah Anda dibalik deret yag kelihatannya sederhana tersebut, terdapat suatu makna yang sangat besar, sehingga dapat membuktikan adanya keagungan Tuhan dalam penciptaan alam semesta ini? Mari kita lihat.

Fakta-Fakta Bilangan Fibonacci

Mari kita lihat beberapa fakta yang berhubungan dengan bilangan Fibonacci ini dalam kehidupan sehari-hari.

1. Jumlah Daun pada Bunga (petals)
Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret Fibonacci. contohnya:

  • jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
  • jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
  • jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
  • jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
  • jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
  • jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family

2. Pola Bunga
Pola bunga juga menunjukkan adanya pola Fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari. Dari titik tengah menuju ke lingkaran yang lebih luar, polanya mengikuti deret Fibonacci.

3. Tubuh Manusia
Niai rasio emas juga dapat ditemukan bahkan di dalam tubuh kita sendiri. Perbandingan jarak antar setiap anggota tubuh kita mendekati nilai rasio emas. Sebagai contoh.

Bagian Wajah

Bagian Anggota Tubuh

4. Jarak pada Bumi

Jarak antara Barat-Timur dan Barat Daya-Timur Laut pada bumi akan menghasilkan perbandingan rasio emas (1,618).

Dengan deret Fibonacci dan rasio emasnya, terbukti bahwa sekarang kita dapat melihat terciptanya alam semesta ini didasarkan atas keteraturan yag melambangkan keagungan Sang Pencipta. CMIIW.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: